Warga Sumberjaya CBL Mulai Mengolah Sampah dengan Teknologi

  • Whatsapp

KORAN SIDAK – Kegiatan mengumpulkan dan menumpuk sampah di alam terbuka dilarang oleh peraturan perundangan, seperti terjadi di pinggiran kali CBL Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Mereka perlu solusi kongkrit, dukungan Pemerintah pusat, Daerah maupun pendampingan lainnya.

“Sekarang cara berpikir dan bertindak warga Sumberjaya CBL mulai berubah: memilah dan mengolah sampah. Mengolah sampah dengan Teknologi pada Kamis (15/4/2021), Komunitas KSM TPS 3R Nur Hikmah dan Bank Sampah Nur Hikmah telah mengujicoba mesin pencacah sampah organik, dangan kapasitas 8-10 m2/hari, setara 80-100 ton/hari. Semoga perjuangan baik mereka membawa hasil dan manfaat bersama,” kata Bagong Suyoto Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas).

Bacaan Lainnya

Lanjut ia sampaikan, suatu kemajuan luar biasa, komunitas tersebut menjalan mandat UU No.18/2009 tentang pengelolaan sampah, PP No. 81/2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, Perpres No. 97/2017 tentang Jakstranas.

“Selain itu, kegiatan pengolahan sampah mengembalikan sampah menjadi sumber daya, menciptakan lapangan kerja dan pendapatan. Mereka pun mulai peduli terhadap masa depan lingkungan dan kesehatan,” ulas Bagong.

Menurutnya, mereka minta pembinaan dan pendampingan dari Pemerintah setempat, pemerintah pusat, para pegiat persampahan, bank sampah, praktisi TPS 3R, para pakar, dan lain lain. “Intinya perlu adanya kolaborasi yang dinamis dalam menangani sampah mulai dari sumber,” ungkapnya.

Ia pun sangat mendukung dengan warga/komunitas yang mau memilah dan mengolah sampah. “Apalagi dengan swadaya mau membeli mesin pencacah sampah,” ungkapnya.

Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Perkumpulan Aksi Gerakan Persampahan Indonesia (GAPINDO) dan Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI) sangat mendukung kerja-kerja kongkrit mengolah sampah dari sumbar sehingga mengurangi benan TPA sampah.

Ia berharap Pemerintah pusat dan daerah mendukung kegiatan positif mereka, agar sampah yang ada bisa di kelola oleh para kelompok budidaya dan juga menjad kelestarian lingkungan.

Pos terkait