TPA Sumur Batu di Soroti, Ini Kata Ketua APPI

  • Whatsapp
Bagong Suyoto Ketua Umum Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia ( APPI ) dan Ketua Koalisi Persampahan Nasional ( KPNas).

KORAN SIDAK – Pemerhati persampahan melihat kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu yang semakin parah, pasalnya sampah yang datang dari 12 Kecamatan Kota Bekasi semakin banyak dengan perhari kurang lebih mencapai 1000 Ton.

“Sementara alat berat sangat kekurangan hanya memiliki 7 alat berat yang rusak 4 unit rusak dalam perbaikan 3 unit alat berat beroperasi untuk melayani peyalanan akibatnya antrian truk sampah makin panjang dengan atri berjam – jam,” kata Bagong Suyoto Ketua Umum Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia ( APPI ) dan Ketua Koalisi Persampahan Nasional ( KPNas).

Bacaan Lainnya

Menurut Bagong Suyoto, akibat kekurangan alat berat itu para petugas lapangan TPA Sumur Batu bingung dan puyeng bagaimana cara untuk mengatasi dengan segala keterbatasan agar para truk sampah bisa buang semua. Meskipun yang jelas tidak efesien dan menimbulkan stress orang-orang lapangan tiap hari mutar otak agar pembuangan lancar tetap saja sangat sulit.

“Maka perlu solusi tercepat kata dia, perlu sentuhan Walikota Bekasi, yakni penambahan alat berat, seperti backhoe, excavator, buldozer. Sepertinya TPA Sumurbatu butuh tambahan alat berat 12-15 unit. Saya yakin Bang Pepen Walikota Bekasi bisa memberikan solusi cepat terhadap situasi krusial dan darurat operasional TPA Sumurbatu,” ujarnya.

Ia menambahkan ketika menemui kepala UPTD TPA Sumur Batu menjelaskan kondisi ini sudah lama terjadi, kata Kepala UPTD TPA Sumurbatu dan menyapaikan persoalan ini ke Kadis LH Kota Bekasi.

Lanjut Bagong Suyoto, selain kekurangan alat berat, ada persoalan lain yang sangat penting untuk kelancaran operasional TPA Sumurbatu, yakni infrastruktur jalan-jalan operasional yang rusak segera diperbaiki.

“Kedua, mengaktifkan zona VI D zona yang belum lama dibangun, namun diopetasikan sebab tidak ada jalannya. Ketiga, perlunya penyedian proven technology untuk mereduksi sampah skala besar. TPA Sumurbatu sangat membutuhkan dukungan proven technology pengolah sampah skala besar,” kata Bagong.

Menurutnya, semua itu tergantung Walikota Bekasi dalam menyediaan Master Plan Pengelolaan Sampah Kota Bekasi untuk jangka setidaknya 10 tahun kedepan.

“Berati sistem pengurangan dan pengolahan sampah teringrasi mulai dari sumber diimplementasikan di Kota Bekasi,” tutupnya.

Pos terkait