Terkait Kasus Bank Bali, Tegas! Kapolri Copot Tiga Jendral, Kejagung?

  • Whatsapp
Azmi Syahputra, Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha)

KORAN SIDAK – Pencopotan tiga perwira tinggi di tubuh Kepolisian Republik Indoneisa menunjukkan ketegasan institusi Polri dalam mendukung penegakan hukum di Indonesia, termasuk di tubuh Polri itu sendiri yakni dengan di copotnya tiga Oknum Jendral Polisi berpangkat sekelas Jendral dalam kasus Djoko Tjandra pada waktu lalu.

Sebagaimana diketahui saat ini kasus tersebut sudah dalam tahap penanganan dan pemeriksaan Polisi Republik Indonesia (Polri).

Bacaan Lainnya

Azmi Syahputra Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha) meminta agar tim pemeriksa Polri harus objektif, berasaskan keterbukaan dan profesional tanpa pengaruh apapun bila nanti di temukan dalam penyelidikan ada pertanggung jawaban pidana, maka demi rasa keadilan masyarakat dan wujud keseimbangan dari tiada pidana tanpa kesalahan dan asas legalitas maka diperlukan adanya kepastian hukum.

“Harus terbuka penanganan kasus ini, karena kasus penandatanganan surat jalan terkait kasus Bank Bali (Djoko Tjandra) yang sekarang terungkap di publik telah menjadi atensi besar dari seluruh lapisan masyarakat sekaligus sebagai aksi dan narasi terbuka ketidak patuhan jaringan tertentu penegak hukum yang menyimpang berwujud permufakatan jahat dari bagian personil birokrasi elite negeri,” ujarnya.

Lanjutnya ia mengatakan, pencopotan terhadap tiga Oknum Polisi Perwira Tinggi yang akan dilanjutkan kepada tuntutan pidana itu pun sebenarnya pukulan berat buat nama baik Polri.

“Tapi ini juga dapat sekaligus jadi momentum dan menunjukkan komitmen pimpinan polri di bawah Jenderal Idham Azis untuk melanjutkan tradisi ketegasan pimpinan Polri untuk zero tolerant,” jelas Azmi.

Bukan hanya institusi Polri, Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha) juga menyoroti kasus Djoko Tjandra yang meluas sampai ke Kejaksaan, bahkan Ia mendorong agar pihak Kejaksaan Agung pun harus transparan dan segera bertindak seperti Polri, dalam menindak Oknum Jaksa yang di duga juga terlibat dalam serangkaian kasus Djoko Tjandra (Koruptor Bank Bali).

“Ini harus menjadi atensi segera terhadap Jaksa Agung karena hambatan pemberantasan korupsi di negeri ini bisa juga karena pengaruh personil tertentu dari dalam sistem lembaga penegak hukum sendiri,” kata Azmi kepada Koransidak.com (Sidak Mediatama Group), Minggu (26/7).

Pos terkait