Terancam Dilaporkan, Oknum RT Akui Pungut Uang, Tapi…???

  • Whatsapp
Percakapan ibu-ibu kelompok PKH dalam group Whatsapp. (dok)

KORAN SIDAK, Bekasi – Oknum rukun tetangga (RT) yang memungut uang kepada beberapa warga Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi akhirnya buka suara.

Oknum RT tersebut mengakui jika dirinya meminta sejumlah uang kepada warga penerima kartu KKS yang dibagikan oleh Bank BNI beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Ketua pengurus Karang Taruna Kecamatan Pebayuran Hamdan Arrasyid mengaku sudah memiliki bukti pengakuan dari oknum RT tersebut.

“Kami sudah memiliki bukti pengakuan dari oknum tersebut,” kata dia.

Menurut keterangan dari oknum RT kata Bule sapaan akrab Hamdan Arrasyid, oknum RT itu meminta uang karena diperintah oleh seseorang.

“Yang mintain mah kita RT, buat yang pada nulisin. Saya juga klo gak disuruh mah gak berani bang, yang nyuruh (perintah-red) itu Marsih,” kata sumber suara yang diduga oknum RT dalam sebuah rekaman yang didapat Hamdan Arrasyid.

Hamdan mengaku saat ini pihaknya sudah berkoodinasi dengan pihak kepolisian untuk mengambil langkah selanjutnya.

Dirinya menjelaskan akan mengambil langkah tegas terhadap oknum yang telah mencemarkan nama baik Karang Taruna.

Dia mengaku terpaksa mengambil tindakan tegas karena ungkapan oknum tersebut dianggap sebagai fitnah.

“Itu tentunya sebuah pencemaran nama baik, karena kami merasa tidak pernah meminta apapun kepada warga penerima bansos. Karena itu melanggar dan tidak pernah kami lakukan,” katanya.

Laporan ke Polisi dilakukan pihaknya karena dia khawatir ungkapan oknum itu akan berdampak pada Karang Taruna.

“Saya mengambil tindakan tegas, karena perkataan oknum warga itu bisa menggiring opini publik yang membenarkann statmen tersebut. Maka itu perlu saya tindak lanjuti sesuai proses peraturan perundang-undangan,” ucapnya. (*)

Pos terkait