Tempat Hunian Sementara Jadi Solusi Bukan Cuma Larang Pulang Kampung

  • Whatsapp
Azmi Syahputra
Azmi Syahputra

HARUS ada solusi terhadap kebijakan larangan mudik. Tidak hanya diatur sanksinya saja dalam peraturan Menteri Perhubungan berupa disuruh putar balik atau kembali ke wilayah asal atau zona nya, karena ketegasan Polri atau Petugas di lapangan akan bisa jadi blunder, maka harus ada solusi konkrit.

Ada peristiwa di masyarakat saat ini yang harus diakui dan diketahui bersama yang dirasakan langsung oleh kalangan tertentu yang tidak bisa mudik bagi pekerja formal maupun pekerja informal yang di PHK atau dirumahkan, yang jumlahnya kini juga jutaan.

Bacaan Lainnya

Secara khusus lagi, bagi kalangan mahasiswa atau pelajar kontrakan, para pekerja di bidang tekstil, garmen, pariwisita, pemulung, tukang, pekerja nomaden yang di PHK dan pekerja lainnya maupun pekerja yang selama ini menggantungkan hidup dengan beraktifitas.

Apa yang dicari pagi, dimakan malam, termasuk para pekerja dirumahkan tanpa upah atau ketiadaan support keluarga pada mereka yang jadi perantau di kota yang diterapkan PSBB.

Mereka ini harus bayar kontrakan (kost -kostan) dan memenuhi kebutuhan hidup pokok sehari-hari.

Karenanya, guna keseimbangan keadilan sosial dan wujud tanggungjawab, pemerintah dapat menyediakan tempat tinggal penampungan sementara standard anti Covid-19 sampai kondisi pandemi ini berakhir.

Ini juga merupakan bagian dari cara mengatasi hambatan data bansos yang masih belum sama, karena akan kelihatan langsung data faktualnya.

Dengan memberikan tempat tinggal sementara ini akan jadi kabar baik sekaligus relaksasi bagi para mahasiswa kontrakan, pekerja nomaden yang tinggal di kost-kostan (kontrakan) maupun orang-orang tertentu seperti yang disebutkan di atas.

Hal ini juga dapat mengantisipasi penyebaran virus Corona dan serta mencegah peristiwa reaksi sosial lainnya.)*

)* Penulis: Azmi Syahputra, Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha)

Pos terkait