Soal Rencana Pemprov Jabar Gelar KBM Offline, Ini Kata Komisi IV DPRD Kab. Bekasi

  • Whatsapp
Anggota Komisi IV DPRD Kab. Bekasi, Rusdi Haryadi
Anggota Komisi IV DPRD Kab. Bekasi, Rusdi Haryadi

KORAN SIDAK – Rencana Pemprov Jabar yang akan membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di 257 kecamatan dengan syarat daerah itu berstatus zona hijau, namun Pemprov Jabar masih akan membahasnya lebih teknis dengan Tim Gugus Tugas Pengendalian Covis-19 Jabar menuai berbagai tanggapan dari sejumlah pihak.

Diketahui, rencana pembukaan KBM itu dikatakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil setelah menghadiri rapat koordinasi di Mapolda Jabar, Selasa (28/7/2020).

Bacaan Lainnya

Namun, dalam praktiknya Pemprov Jabar memastikan protokol kesehatan tetap diterapkan dalam KBM nanti.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi mengatakan, pihaknya masih khawatir jika di Kabupaten Bekasi kondisi saat ini proses KBM dilakukan secara offline.

“Saya tetap masih menilai bahwa pelaksanaan KBM Kabupaten Bekasi belum bisa dilaksanakan secara offline,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/7/2020).

Terkait rencana Pemprov Jabar, menurutnya, perlu dilakukan kajian secara matang. Sebab, katanya, hal itu menyangkut keselamatan para siswa di saat pendemik Covid 19 saat ini.

“Kebijakan itu perlu dikaji ulang,” imbuhnya.

Rusdi berkata, kasus Covid 19 saat ini di Kabupaten Bekasi cenderung masih ada penambahan, sehingga dengan dasar itulah yang harus menjadi kajian Pemprov Jabar dalam rencana melakukan KBM secara offline.

“Pertimbangannya adalah bahwa penyebaran Covid-19 masih terus tumbuh,” paparnya.

Bahkan Rusdi memprediksi, berjalannya pandemi dalam beberapa riset terbaru, ilmuwan University of Minnesota mengungkap tiga model yang memprediksi skenario lanjutan.

Skenario pertama memperkirakan bakal ada serangkaian gelombang kecil, secara berulang terjadi menyusul gelombang pertama.

Sehingga, diprediksi para ilmuan adanya skenario kedua adalah yang diklaim sebagai skenario terburuk dan diperkirakan terjadi di belahan bumi utara pada musim gugur yang berlangsung September hingga Desember.

“Jika para ahli memprediksi ada gelombang kedua pandemi, maka biarkan selesai terlebih dahulu gelombang pertama yang tengah memuncak,” tandasnya.

Dengan demikian, lanjut Rusdi, jika pendemik Covid 19 itu benar-benar hilang baru lah Pemerintah membuat kebijakan dimulainya KBM. Pihaknya berharap agar wabah itu segera berakhir, sehingga kehidupan kembali normal khususnya di dunia pendidikan.

“Kalau pendemik ini sudah mereda dan tidak ada lagi yang terpapar. baru bicara wacana pembukaan KBM,” tukasnya. (ADV/SF)

Pos terkait