Sekjen Gema Airlangga: Wacana Penundaan Pemilu 2024 Jangan Sampai Ciderai Konstitusi

Sekjen DPP Gema Airlangga Didit Sandra (kanan) dan Endang Kosasih (kiri)
Sekjen DPP Gema Airlangga Didit Sandra (kanan) dan Endang Kosasih (kiri)

KORANSIDAK.COM – Belum lama ini publik digaduhkan dengan hadirnya wacana untuk menunda Pemilu Presiden 1-2 tahun yang semula telah dijadwalkan pada tahun 2024.

Tetapi banyak pihak dari berbagai kalangan menanggapi negatif wacana itu karena akan memperpanjang jabatan Presiden yang bertentangan dengan UUD 1945.

Bacaan Lainnya

Hal inilah turut merespon kritik keras dari Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Muda (Gema) Airlangga Didit Sandra menganggap wacana penundaan pemilu sebagai bentuk pelecehan atas konstitusi.

Didit menilai, partai-partai koalisi pemerintah (PKB, Golkar, PAN, Nasdem, PPP), menyatakan dukungannya bagi penundaan pemilu 2024. Namun, baru PDI Perjuangan yang secara terbuka menyatakan penolakannya, yang belum tahu juga apakah tetap bisa bertahan dan tidak tergoyahkan.

Menurutnya, penundaan pemilu berarti otomatis perpanjangan jabatan presiden dan parlemen serta kepala daerah.

“Ini adalah perkembangan yang seharusnya tidak terjadi, sekaligus potret buruk dari wacana yang tidak mendidik, karena itu harus pula ditanggapi dengan serius dan cepat,” terang Didit.

Pos terkait