Sampah Menumpuk di Pasar Induk Cibitung, Pedagang : Banyak Pungli

  • Whatsapp

KORAN SIDAK, BEKASI – Tumpukan sampah yang ada di Pasar Induk Cibitung dikeluhkan para pedagang. Pasalnya tumpukan sampah itu menimbulkan bau tak sedap, sehingga mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung.

Keluhan pedagang bukan hanya soal tumpukan sampah, tetapi persoalan pungutan liar pun dikeluhkan para pedagang.

“Ada empat jenis pungli disini (Pasar Induk Cibitung-red), yaitu pungli kebersihan, perparkiran, keamanan dan penjualan kios bodong,” terang salah seorang pedagang pedagang Pasar Induk Cibitung, Jojo kepada wartawan, Selasa (06/04/2021).

Jojo menjelaskan, pungli kebersihan terjadi di luar nilai retribusi pasar yang ditetapkan Perda Kabupaten Bekasi nomor 1 tahun 2017 tentang retribusi daerah.

“Para pedagang dipungut uang kebersihan sebesar Rp 7.000 setiap harinya oleh oknum yang mengatasnamakan Rukun Warga Pedagang Pasar Induk Cibitung,” kata dia.

“Jika ditotal, pungli dari kebersihan setiap bulannya mencapai 300 juta lebih,” sambungnya.

Selain kebersihan menururnya, parkir kendaraan bermotor dan keamanan pun kena sasaran pungli.

“Kedua jenis pungli tersebut mencapai 20 juta setiap harinya dan itu di luar retribusi yang diberlakukan Pemda,” beber Jojo. (*)

Pos terkait