Reses Kedua, DPR RI Kunjungi Kampung KB di Mustikajaya, Ini Kata Hj. Intan Fauzi

  • Whatsapp
Reses Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Hj. Intan Fauzi.

KORAN SIDAK – Reses anggota DPR RI Hj.Intan Fauzi komis IX dari Parpol PAN, Sosialisasi, Advokasi dan KIE, Program Bangga Kencana bersama mitra kerja perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2020. Rabu (04/11/2020).

Acara berlangsung di rumah makan Mahayun Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya Kota Bekasi Jawa Barat, telah dihadiri, Muin hafidz Aggora DPRD Kota Bekasi Fraksi PAN,  Agus Rohadi Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PAN, Lurah Padurenan, Ibu – Ibu kader PK, Kader Posyandu, Camat Mustikajaya yang di Wakili, Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat, Pemuda Karang Taruna dan para Kader partai PAN.

Bacaan Lainnya

Hj. Intan Fauzi Anggota DPR RI komisi IX Parpol PAN mengatakan, jadi ini adalah reses di masa persidangan kedua tahun 2020 – 2021 dan hari ini reses ke-15 karena selama masa reses dari sejak bulan Oktober turun ke dapil Kota Bekasi dan Kota Depok.

“Insyaallah masih ada reses – reses  lainnya karena reses sampai tanggal 9 November,” ungkap Hj. Intan.

Menurutnya hari ini sosialisasi di kampung KB Pedurenan mustika Jaya, yang mitranya komisi 9 sehingga kami terus melakukan sosialisasi dan ada bantuan untuk penanganan Covid -19.

“Bantuan Berupa paket gizi dan tempat cuci tangan, tempat cuci tangan sudah saya serahkan ke dalip itu, kekurang lebih 20 unit karena ada juga dari  Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI,” katanya.

Dijelaskan, untuk paket gizi itu sekitar sudah hampir 20.000 paket dan juga ada beberapa program lain seperti misalnya BLK balai latihan Kerja aspirasi dari kemenaker 6 BLK yang diserahkan  antara lain 2 untuk muhamadiyah dan BLK – BLK lainnya untuk BLK komintas.

“Sosialisasi itu tentunya terkait dengan program BKKBN kami di DPR itu kan antara lain pengesahan anggaran, anggaran untuk BKKBN  ini lumayan besar  hampir Rp 3 trilyun untuk  di seluruh Indonesia. Tentunya program dari BKKBN itu bagaimana masyarakat itu mengenal program yang disebut bangga kencana, (Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana),” jelasnya.

Artinya, masih katanya, bagaimana membangun keluarga yang berkualitas, jadi bukan hanya 2 anak cukup kalau dulu dua anak cukup, kalau sekarang dua anak sehat-sehat  dan supaya menghasilkan keluarga  yang berkualitas.

Ia menambahkan karena kalau kader – kader nggak ngerti mereka ada yang disebut program PKS peningkatan untuk ekonomi keluarga itu biasanya mereka membuat berbagai macam produk, kalau di Kampung KB RW 10 Padurenan tadi ada kue cincin dan sebagainya nah itu biasa kader – kader KB mereka buat lalu mereka kemas dengan rapi lalu  mereka jual untuk peningkatan ekonomi keluarga.

“Karena di Kota Bekasi terbentuk kampung KB 15, kampung KB saya sudah mengunjungi 5 kampung KB  insya Allah masih ada 3 kampung KB  lagi yang akan saya kunjungi dan semua saya lihat di kota Bekasi ini kampung KBnya aktif, antara lain misalnya yang saya kunjungi itu di Bekasi Barat itu malah juara II tingkat  Provinsi Jawa Barat, kemudian juga di Jatikramat mereka sudah sangat rapi ada kampung hidroponik dan sebagainya,” ujarnya.

Dikatakannya, di seluruh kampung KB  Kota Bekasi saya melihat sangat bagus dan saya juga ketemu ibu Kadis Dokter marici artinya betul-betul terarah programnya dan pembinaannya saya salut artinya di Kota Bekasi ini membina kampung KB yang 15 itu betul-betul bagus.

“Kelihatanya mereka sudah sangat paham sosialisasikan dan tadi hadir bukan hanya dari kader KB tapi tidak ada kader PKK keder Posyandu Ketua  RW 10 dan Lurahnya juga tadi hadir, di RW 10  Padurenan kampung KB lingkungan yang sudah sudah tertata dengan baik sistemnya karena memang  sudah terbentuk rapih kader – kader juga sangat aktif,” ungkapnya.

Ia berharap kedepannya, tentunya adalah perlu ditambah kampung KB di wilayah lain selain yang 15 karena memang dengan 8 program 8 fungsi keluarga dan sebagainya itu masyarakat bisa betul-betul menjalankan dan intinya adalah bagaimana membina keluarga yang berkualitas sehingga nanti tercapai SDM unggul, karena sekarang masalah kesehatan masalah-pendidikan anak segala macam  itu perlu terarah.

Pos terkait