PKPA, Azmi : Advokat Bersatulah Dalam Kebaikan

  • Whatsapp
Asosiasi Advokat Indonesia dan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Cabang Bandar Lampung menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

KORAN SIDAK – Asosiasi Advokat Indonesia dan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Cabang Bandar Lampung menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Pascasarjana Universitas Bandar Lampung. Jum’at (6/11/20).

Dr.Azmi Syahputra,S.H.,M.H. salah satu pemateri mengatakan bahwa Advokat harus bersatu dalam kebaikan yang terorganisir guna membantu mewujudkan menegakkan hukum dan keadilan.

Bacaan Lainnya

“Sebagai bagian guna membantu fungsi kekuasaan kehakiman yang independen berdasarkan pancasila dan UUD 1945” Demikian kata Azmi saat memberikan materi di hadapan para calon Advokat.

Ia juga mengkritisi atas apa yang terjadi dalam dunia Advokat, karena menurutnya saat ini masih ada yang belum patuh atas kehendak Undang-Undang No.18 Tahun 2003 tentang Advokat, dengan berbagai alasan yang cendrung di area ego sektoral para pemimpin Organisasi-Organisasi Advokat sehingga membuat wadah Advokat tidak utuh dalam satu kekuatan, menjadi berserak dan cendrung terpecah, sehingga organisasi Advokat mudah dapat di intervensi dan kini lari dari tujuan awalnya, padahal sangat jelas perintah dan kehendak Undang-Undang Advokat terebut.

“Karenanya jika mau marwah advokat mau kembali, ya harus mematuhi dan melaksanakan aspek filosofis, yuridis dan sosiologis dalam Undang-Undang Advokat, karena disinilah terletak urgensi dan semangat perjuangan serta fungsi profesi advokat, sehingga perjuangan para pendahulu yakni Advokat-Advokat senior berhasil mendobrak kedudukan profesi Advokat dalam sebuah Undang-Undang yang awalnya diatur cuma setingkat level aturan SK Menteri atau Surat Edaran Mahkamah Agung saja,” paparnya.

Oleh karena itu dijelaskannya, yang dibutuhkan dari para pemimpin Advokat saat ini harus kompak, “mematahkan tulang ego-sektoralnya” serta mengingat sejarah lahirnya UU Advokat dan duduk bersama merumusukan kembali arah pengaturan profesi Advokat yang perannya kini semakin sangat dibutuhkan apalagi melihat perubahan masyarakat yang semakin cepat termasuk teknologi.

“Dalam membantu mewujudkan negara hukum dan sekaligus peran advokat sebagai pendidik hukum guna mendorong kesadaran hukum masyarakat dan muluruskan keseimbangan kewajiban, tanggung jawab,hak antara kepentingan penyelenggara negara dengan masyarakat demi terwujudnya tujuan nasional,” ujar Azmi Dosen Fakultas Hukum Universitas Bung Karno.

Pos terkait