Penjual Takjil di Perum Satu Tetap Ikuti Himbauan Pemerintah

  • Whatsapp
Penjual Takjil di Prum Satu, Kota Bekasi.

KORANS SIDAK Saat mulai berlakunya Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di kota Bekasi di saat bulan Ramadhan, membuat sejumlah pedagang takjil di Kota Bekasi ini harus menyesuaikan dengan ketentuan ini.

Seorang pedagang takjil dan juga bakwan malang di jalan enggang raya 2 no.110 perumnas I Bekasi, Didik Prasetyo mengatakan turut memberikan dukungan terhadap himbauan pemerintah agar melakukan Physical distansing.

Bacaan Lainnya

Ia pun harus rela mengarahkan calon pembeli agar tetap menjaga jaga jarak satu demi satu ketika akan membeli takjil ditempatnya, Minggu (03/05/20) sore.

“Selain memberikan arahan untuk melakukan physical distancing, saya juga memberikan himbauan berupa tulisan didepan warung. Seperti, BIAR AMAN MARI TETAP MENJAGA JARAK,” ujarnya.

Salah seorang pembeli, Arif Rahman menyampaikan, sangat mendukung terhadap peraturan PSBB yang telah diterapkan di Kota Bekasi ini dirinya pun rela untuk menunggu giliran.

“Ya setuju aja dengan adanya himbauan agar antri menjaga jarak hal ini untuk memutus mata rantai Virus Corona, apalagi ditengah masyarakat banyak yg sering berkerumun saat membeli takjil,” ucap Arif.

Sambung wiwik yang merupakan istri dari Didik juga mendukung dan telah menerapkan physical distancing.

Ia mengatakan, meski harus repot untuk mengatur calon pembelinya namun dirinya merasa senang karena ini untuk keselamatan dan kebaikan bersama.

“Kalau ini untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ya mau gak mau kita harus terapkan,” tutupnya.

Pos terkait