Menyambut Hari Peduli Sampah Nasional 2021, TPA Burangkeng Berbenah, Sedang Membidik Teknologi Pengolahan Sampah Skala Besar

  • Whatsapp
TPA Burangkeng

Oleh : Bagong Suyoto, Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Sekretaris Jenderal Perkumpulan Gerakan Aksi Persampahan Indonesua (GAPIDON), Dewan Pembina KAWALI Indonesia Lestari

KORAN SIDAK TPA Burangkeng seluas 11,6 hektar terletak di Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi. Kini lahannya berkurangi 8.000 m2 oleh proyek jalan tol. Luas lahan TPA kecil dan semua zona penuh sampah saat ini.

Bacaan Lainnya

Menurut Maulana Kepala TPA Burangkeng kepada Koalisi Persampahan Nasional (KPNas) dan KompasTV, semestinya ada tambahan lahan TPA agar dapat menata secara leluasa dan ramah lingkungan. Karena lahan yang ada terkena proyek jalan tol sekitar 8.000 m2. Sampai saat ini penggantinya masih dalam proses. Hal ini disampaikan Maulana di kantornya. Kamis (19/2/2021).

 

Bagong Suyoto, Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas).

“Pada tahun-tahun mendatang direncanakan ada perluasan lahan TPA sekitar 5 sampai 20 hektar. Lahan di sini masih tersedia, namun sebagian harus memindahkan warga,” ujarnya.

Kondisi sekarang meskipun sampah ditata dengan berbagai cara untuk satu dua tahun kedepan akan mengalami kesulitan jika tidak ada pengolahan dan pengurangan secara besar-besaran di tingkat sumber. Karena sampah yang masuk ke TPA Burangkeng baru sekitar 42-45% dari total timbulan sampah Kabupaten Bekasi, 2.900 ton/hari. Artinya, belum semua sampah dikirim ke TPA tersebut.

Pengelola TPA Burangkeng sejak 2019 sampai 18 Februari 2021 terus melakukan perbaikan, seperti perapihan dan penataan semua zona, perbaikan infrastruktur jalan, drainase, IPAS, kantor, dll. Zona-zona yang sudah dibuat terasering sebaiknya diikuti dengan cover-soil supaya lebih rapi, kuat dan berfungsi sebagai pengendali longsor dan bau.

Untuk kegiatan pengolahan sampah tak ketinggalan, pada 18/2/2021 diturunkan 4 unit mesin pencacah sampah organik untuk menambah mesin pencacah yang sudah ada. Sayangnya, mesin-mesin lama sudah setahun lebih tak dioperasikan dan kapasitasnya sangat kecil. Tahun 2021 mesin-mesin baru itu segera dioperasikan guna mengurangi volume sampah di TPA Burangkeng.

Kedepan TPA Burangkeng membutuhkan teknologi pengolahan sampah skala menengah dan besar, setidaknya kapasitas 2.000-3.000 ton/plant. TPA ini butuh proven tehnology dengan kemampuan reduksi 80-90% atau 90-100% seperti teknologi insinerasi atau plasma gasifikasi. Menurut informasi pengelola TPA dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi memilih teknologi RDF. Inti dari pilihan teknologi itu adalah kemampuan reduksi sampah yang besar.

Sebaiknya Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak hanya mengandalkan pengolahan sampah di TPA. Mulailah dengan penerapan paradigma baru: Pilah-Kumpul-Olah Sampah dari sumber dengan multi-teknologi dengan melibatkan berbagai stakeholders. Partisipasi dunia usaha dan masyarakat penting sekali.

Tampaknya sudah banyak anggota masyarakat yang berkecimpung menangani sampah, namun baru sebatas kumpul-pilah, minus pengolahan. Minus pengolahan sampah ini efeknya sangat berbahaya, karena ujungnya sampah dibuang di sembarang tempat. Selanjutnya berdampak buruk terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Langkah berikutnya sebagai opsi terbaik, sudah saatnya Pemkab Bekasi membantu dan memfasilitasi infrastruktur, teknologi, anggaran, pasar daur ulang dan informasi yang tepat. Pemkab Bekasi harus bergerak cepat.

Hal itu sebagai mandat dari UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, PP No. 81/2012, Perpres No. 91/2017, Perda dan Jakstrada tentang Pengelolaan Sampah dan peraturan terkait. Sehingga pengelolaan sampah yang diimplementasikan mengikuti khierarkinya.

Hasil yang dicapai nantinya, sukses olah sampah di sumber, sukses olah sanpah di TPA Burangkeng. Warga Kabupaten Bekasi menanti TPA Burangkeng menjadi contoh dengan lingkungan yang bersih, rapi, sejuk dan segar. Atau TPA ramah lingkungan. Maka yang tidak boleh ketinggalan, yakni menanam berbagai jenis pohon dan membuat green-belt.

Pos terkait