KLHK Berikan APD ke Pemulung di Lobak Rante Pabayuran, Warga Pemulung Minta Dukungan Teknologi

  • Whatsapp
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Berikan APD ke Para Pemulung.

KORAN SIDAK – Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK), menaruh perhatian khusus terhadap pekerja sektor persampahan, guna melindungi kesehatan di masa pandemic Covid-19.

Ditjen PSLB3 KLHK memberikan bantuan 75 paket alat pelindung diri (APD) pada pemulung, pelapak dan pekerja persampahan. Setiap paket berisi sepatu boots, masker, sarung tangan, kaca mata dan topi.

Bacaan Lainnya

Pembagian APD kali ini dilaksanakan di TPS 3R Bara Suyoto Kampung Kobak Rante Desa Karangreja Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi pada 5 dan 8 September 2020. Sebelumnya telah dilakukan pembagian APD di sekitar TPST Bantar Gebang dan TPA Sumur Batu, Kota Bekasi, 17-25 Mei 2020.

Kegiatan tersebut bertajuk Kolaborasi Pembagian Alat Pelindung Diri (APD) Dalam Advokasi Gerakan Pakai Masker di Masa Pandemi Covid-19, “Sayangi Kesehatan Anda”. Kolaborasi Ditjen PLSB3 KLHK RI, Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI), Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Sekolah Pelangi Semesta Alam dan TPS 3R Bara Suyoto.

Rosa Vivien Ratnawati Ditjen PSLB3 KLHK, mengatakan bahwa tujuan pemberian APD untuk membantu pemulung dan pekerja persampahan agar terlindungi dari dampak Covid-19.

“Pemerintah peduli terhadap pemulung dan mereka yang bekerja di sektor persampahan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, agar APD cepat didistribusikan pada guna melindungi mereka dalam bekerja.

“Bantuan APB ini merupakan bagian bantuan besar yang diserahkan KLHK kepada sejumlah komunitas/lembaga, bank sampah, pemulung di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Novrizal Tahar Direktur Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK, mengatakan bahwa intinya Pemerintah ingin memberikan perlindungan pada teman-teman sektor informal dalam kegiatan mengais (mengambilkan sampah), memilah dan mengolah sampah.

“Saya menginginkan agar sektor informal ini bagian integral dari pengelolaan sampah Kota/Kabupaten,” katanya.

Masih dilokasi yang sama, Bagong Suyoto Ketua Umum Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI) mengucapkan terima kasih kepada Rosa Vivien Ratnawati Ditjen PSLB3, Novrizal Tahir Direktur Pengelolaan Sampah, Ari Sugasri Kasubdir Sampah Spesifik dan Daur Ulang dan seluruh staf KLHK.

“Bantuan APD tersebut merupakan bentuk kepedulian riel KLHK terhadap kesehatan pemulung dan pekerja persampahan di masa pandemic Covid-19,” katanya.

Lanjutnya, masih banyak kelompok/komunitas pengelola sampah tingkat sumber, termasuk pengelola TPS 3R yang belum mendapat bantuan APD dari KLHK.

“Mereka itu bekerja kongkrit mengelola sampah dengan prinsip-prinsip 3R (reduce, reuse, recyle),” katanya.

Sesuai amanat UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, PP No. 81/2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, Prepres No. 97/2017 tentang kebijakan dan strategi Nasional.

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga serta peraturan terkait. Mereka bekerja menangani sampah membantu pemerintah.

“Masih banyak komunitas/kelompok pengolah sampah yang belum dapat APD atau bantuan lain di masa pandemic Covid-19. Mestinya mereka mendapat insentif atau kompensasi”, tegas Bagong.

Lebih lanjutnya ia menjelaskan, mereka itu perlu perhatian khusus dari pemerintah pusat dan daerah. Pada masa pandemic Covid-19 kondisi sosial ekonominya terpuruk, mestinya diberi bantuan khusus sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Seperti bantuan Sembako, bantuan uang tunai untuk menopang konsumsi.

Ditempat terpisah, Suwiryo Hadistri Bara Ketua TPS 3R Bara Suyoto mengatakan, adanya bantuan APD dari KLHK sebagai pertanda, bahwa pemerintah memperhatikan nasib pemulung, pelapak dan pekerja sampah.

“Kami sudah lama menunggu perhatian pemerintah. Selama ini kami bekerja nyata, swadaya mengolah sampah, membantu pemerintah,” katanya.

Menurutnya, ia menginginkan adanya bantuan lain yang dapat meningkatkan kegiatan pemulung dan pelapak dalam mengolah sampah mendukung pemerintah. Juga untuk meningkatkan pendapatan guna melangsungkan kehidupan, apalagi di masa wabah Corona.

“Saya meminta adanya dukungan teknologi, seperti mesin press, mesin pencacahan plastik, mesin pencacah sampah organik dan dukungan permodalan dan pemasaran daur ulang,” ungkapnya.

Pos terkait