Ketua DPRD : Penjualan Galian C Bantaran Sungai Citarum Merupakan Sebuah Tindak Pidana

  • Whatsapp

KORAN SIDAK, Bekasi – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, BN. Kholik Qodratulloh menyayangkan kabar adanya proyek galian C di bantaran Sungai Citarum yang diperjual belikan.

“Penjualan galian C berupa tanah yang diambil dari bantaran Sungai Citarum merupakan sebuah tindak pidana,” kata BN. Kholik dalam keterangannya kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Dia meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi segera mengambil tindakan. Pasalnya, galian C tersebut akan berdampak besar terhadap masyarakat serta kerusakan lingkungan.

“Pemkab jangan hanya berdiam diri, tapi harus mengambil tindakan. Kalo ini dibiarkan, maka bisa terjadi seperti tanggul di Kampung Babakan Banten yang jebol dan mengalami dampak besar terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar,” tegas Politisi asal Gerindra tersebut.

Citarum Harum, kata BN Kholik, merupakan proyek nasional yang sudah dianggarkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) dan TNI.

“Hal itu atas dasar Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor: 15 Tahun 2018, tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum,” jelasnya.

Pada tahun 2021, kata dia, Kementerian PUPR melanjutkan Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum, dengan menganggarkan Rp618,6 miliar yang digunakan untuk normalisasi Sungai di 6 lokasi.

“Rehabilitasi Sungai di 3 lokasi, pemeliharaan Sungai di 6 lokasi, pengendalian banjir di 2 lokasi dan pembangunan pengendali banjir di Sungai Cibeet,” bebernya. (*)

Pos terkait