Ketua Alpha: Pemerintah harus Proaktif dan Lebih Cepat Lawan Virus Corona

  • Whatsapp
Ilustrasi - net
Ilustrasi - net

KORAN SIDAK, JAKARTA – Kasus Virus Corona (Covid -19) di Indonesia meningkat, Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha), Dr. Azmi Syahputra.S.H, M.H meminta pemerintah dengan segala perangkatnya harus lebih cepat untuk ambil langkah antisipatif dan reaktif selain menyiapkan sarana-prasarana tenaga medis dan tempat rujukan.

“Pemerintah harus terus mengedukasi serta bersikap informatif kepada masyarakat secara maksimal guna waspada menghadapi virus corona ini agar masyarakat tidak panik,” pintanya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, yang tak kalah penting adalah pasca lock down beberapa tempat hiburan, wisata dan lembaga pendidikan maka perlu langkah-langkah strategis dan terukur antara lain segera perintahkan dan bentuk tim peneliti, dokter, farmasi, komponen terkait untuk meneliti dan segera menemukan formulasi obat dan perawatan melawan virus corona di Indonesia.

“Selanjutnya pemerintah juga harus bijak, hati-hati mengendalikan situasi dan tidak boleh buat panik masyarakat, karena ini dapat menimbulkan kericuhan sosial,” tandasnya.

Bukan hanya itu, Azmi juga mengingatkan, pemerintah harus benar-benar memastikan ketersediaan bahan baku dan bahan makanan.

Sedangkan aparat penegak hukum, kata dia, harus lebih aktif melakukan pemantauan terhadap para mafia sembako yang coba memanfaatkan situasi dan bermain-main dengan keadaan ini, termasuk perlu disiapkan tim pengawalan logistik di wilayah yang dianggap rawan.

“Selain hal-hal tersebut, perlu peningkatkan fungsi polisi termasuk partisipasi masyarakat yaitu dalam membantu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” paparnya.

“Itu kan tugas pokoknya mereka, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, ini sangat penting dan jadi prioritas, karena keamanan dan ketertiban ini berdampak pada perekonomian dan keamanan nasional,,” imbuh Azmi yang juga Dosen di Universitas Bung Karno (UBK).

Reporter: Tidar Sanjaya

Pos terkait