KAWALI Pinta Anies Baswedan Apresiasi Pengelolaan TPST Bantar Gebang

  • Whatsapp
TPST Bantar Gebang (doc.Suhadi)

KORAN SIDAK – Melihat beberapa tahun belakangan ini pengelolaan TPST Bantar Gebang sudah ada kemajuan setidaknya Gubernur DKI Anies Baswedan mengapreasi dan menambah anggaran.

“Anggaran difokuskan terutama untuk pengadaan teknologi pengolahan sampah skala besar. Dan penambahan zoba baru. Pengelola sudah mengajukan permintaan perluasan lahan sekitar 38-40 hektar, namun belum direspon oleh Gubernur DKI,” ujar Bagong Suyoto, Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas) dan Dewan Pembina KAWALI Indonesia Lestari.

Bacaan Lainnya

Lanjutnya, perluasan lahan TPST berguna untuk membuat zona aktif baru sehingga dapat mengurangi antrian panjang/lama.

“Sekarang truk sampah 1.400 unit, TPST Bantar Gebang, punya 4 titik zona aktif makanya butuh 2 zona aktif baru lagi. Hal ini yang sedang jadi pemikiran pengelola TPST. makanya minta perhatian Gubernur DKI supaya ada penambahan beberapa zona aktif baru,” katanya.

Beberapa kemajuan yang dicapai masih kata dia, seperti pembangunan tempat pencucian kendaraan, kantor, timbangan, landfill mining dan pengolahan sampah dengan teknologi RDF, dan lainnya.

“Kapasitas RDF sekitar 200 ton/hari, direncanakan secara bertahap mencapai 5.000 ton/hari. Maka diperlukan beberapa titik plant landfill mining dan RDF,” katanya.

Menurut dia, yang terpenting TPST harus didukung dan mempunyai teknologi pengolah sampah skala besar dengan tingkat reduksi 90-100%.

“Pengolahan sampah di TPST Bantargebang harus dilakukan secara progresif didukung dengan teknologi modern canggih.

Sebab jumlah sampah yang masuk ke TPST sekitar 7.800 ton/hari. Jumlah timbulan sampah sangat besar,” ujarnya.

Oleh karena itu kata dia, Gubernur DKI Jakarta harus fokus pada penanganan dan pengolahan sampah di TPST Bantargebang untuk jangka menengah dan panjang, sebelum. ITF di wilayah indoor terbangun. TPST Bantargebang masih jadi tumpuan pembuangan sampah DKI Jakarta.

“Intinya, TPST Bantargebang harus mendapat perlakuan khusus Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kedua, dukungan dari Ketua dan anggota DPRD DKI Jakarta. Ketiga, dukungan seluruh rakyat DKi Jakarta,” tutupnya.

Pos terkait