Katanya Pelayanan Adminduk Online Ko Lambat??, Masyarakat Kecewa Pak!!

  • Whatsapp

KORAN SIDAK – Sejak adanya wabah pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan Kabupaten Bekasi masuk zona merah, terhitung mulai 1 juli 2020. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bekasi telah menutup seluruh loket- loket pelayanan dan memberlakukan pelayanan secara online, melalui website resmi Disdukcapil dengan alamat www.disdukcapil.bekasikab.go.id dan WhatsApp (WA) di nomor 0857 1546 9024.

Hal itu, pelayanan secara online tersebut diberlakukan agar mempermudah masyarakat untuk mengurus Administrasi Kependudukan (Adminduk), tampa harus bertatap muka secara langsung pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Bacaan Lainnya

Dengan berubahnya sistem pelayanan tersebut, banyak masyarakat mengeluh dan menuai masalah karena masyarakat menilai pelayanan secara online harusnya mempermudah masyarakat untuk menuntaskan urusan adminduknya.

Mirisnya, pada kenyataan masyarakat dibuat kecewa karena proses awal mendaftarkan berkas saja butuh  waktu berhari-hari baru diverifikasi dan juga masih harus menunggu beberapa hari lagi baru dituntaskan, permohonan masyarakat tersebut seperti yang dialami salah satu warga Tambun Selatan yang harus datang ke Dinas Dukcapil untuk menanyakan proses pendaftaran surat pindah dan KTP yang tidak kunjung tuntas.

“Tadinya saya apresiasi dengan adanya pelayanan online melalui WhatsApp (WA) dan E-Siak elektronik, karena pelayanan online dapat memudahkan masyarakat, cukup permohonan disampaikan dengan melalui WA saja,” kata Ade (45) warga Tambun Selatan kepada koransidak.com (Sidak Mediatama Group). Selasa (10/11/2020).

Ternyata, kata Ade (45), setelah saya coba mengurus surat pindah dan kartu tanda penduduk (KTP) secara online ke nomor WA yang disediakan Dinas Dukcapil, saya tidak langsung di respon.

“Saya berpikir mungkin karena hari libur makanya tidak ada layanan, namun setelah hari kerja kembali saya coba mendaftarkan berkas surat pindah dan KTP tersebut ke nomor layanan WA (WhatsApp) yang sama, hasilnya tetap tidak ada respon. karena itu saya beralih ke pelayanan E-Siak, sesuai petunjuk seluruh dokumen saya kirim secara online, hari Senin (02/11/2020) proses berkas sukses diterima sistem,” ujar Ade.

Dijelaskan Ade, status berkas menunggu verifikasi, namun setelah saya tunggu berhari-hari tetap status berkas masih belum diverifikasi.

“Makanya saya hari ini (10/11) datang langsung ke Dinas Dukcapil menanyakan mengapa pelayanan adminduk seperti itu, saya sangat kecewa mas,” ungkapnya kepada awak media Dinas Dukcapil Kabupaten Bekasi.

Sementara, Hudaya Kadin Dukcapil mengatakan kalau sudah mengajukan lewat E-Siak, tinggal tunggu file PDFnya dikirim lewat email. Ia pun meminta masyarakat harap bersabar sedikit karena memang kondisi pandemi covid-19 dan juga banyaknya permohonan melalui WA, jawabnya melalui pesan WhatsApp (WA).

“Untuk layanan WA memang antriannya agak panjang, karena layanan WA cuma bisa dibuka di 2 device (alat), 1 (satu) di hp dan 1 (satu) di komputer, sementara permohonan masyarakat sangat banyak, bahkan kami sampai kerja di hari libur demi menyelesaikan permohonan masyarakat,” ungkapnya kepada koransidak.com.

Terpisah, Tumpal SH salah satu pengurus DPP KNPI Pusat mengakatakan agar Mendagri menegur Kadin Dukcapil yang tidak Inovatif, Kreatif dan Cakep dalam menerapkan sistem pelayanan administrasi kependudukan didaerah.

“Karena administrasi kependudukan kebutuhan utama bagi masyarakat untuk mengurus urusan lainnya,” kata Tumpal

Pos terkait