Intimidasi Jurnalis, Direktur PT. CPI di Laporkan Kepolisi

  • Whatsapp

KORAN SIDAK, BEKASI – Lagi-lagi terulang kembali, salah satu jurnalis yang sedang mengemban tugasnya telah diduga diintimidasi dan ancaman kekerasan kepada salah satu perusahan yang bergerak di bidang tenaga kerja, yang berada di Cekrok No. 19 RT 001/010 Jatirangga Jatisampurna Kota Bekasi, Jawa Barat pada waktu lalu.

Hal itu, korban bernama H Jubair L wartawan media Radar Nonstop (Rakyat Merdeka Group) yang telah diduga diintimidasi oleh pihak PT. Citra Putra lndarab (PT. CPI), korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib Polresta Metro Bekasi Kota pada tanggal 21 Februari 2020.

Bacaan Lainnya

Jubair mengatakan terkait laporannya saat  ia bersama rekanannya datang untuk klarifikasi terkait informasi yang didapat nya, bahwa salah satu satu Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) diduga telah ada pelanggaran terkait TKI.

“Saat kami datang ke PT. Citra Putra lndarab (PT. CPI) untuk klarifikasi terkait informasi yang kami dapat, saat didalam ruangan ukuran kecil, tiba-tiba ada beberapa orang masuk ke ruangan dan mereka (pelaku) berbicara sambil membentak-bentak dan ada juga yang menyenggol-nyenggol kami,” kata Jabeir usai laporan dari Polres Bekasi Kota.

Sementara Forum Diskusi Jurnalis Jakarta (FDJJ) mendesak agar polisi mengusut tuntas intimidasi dan ancaman terhadap wartawan saat meliput di PT. Citra Putra Indarab.

“Kepolisian untuk mengusut secara tuntas dan menghukum para pelaku. Tindakan intimidasi dan ancaman sama saja ingin membungkam kebebasan press dan musuh demokrasi. Ini tidak boleh dibiarkan, pelaku dan orang – orang yang terlibat harus diusut tuntas dan di hukum sesuai undang – undang yang berlaku,” ujar Sekjen Forum Diskusi Jurnalis Jakarta (FDJJ) Billi Bilhuda Imanuari.

Billi juga mengatakan, semua pihak mestinya dapat menghormati profesi jurnalis. Keselamatan para jurnalis juga harus dijamin selama di lapangan.

“Semua pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalis dan memastikan keselamatan para jurnalis selama berada di lapangan,” tegas Billi.

Reporter: Jelly

Pos terkait