Guru Honor Long March Ke Istana, Ketua BEM: Saya Nyatakan Bupati Bekasi Gagal Memimpin

  • Whatsapp
Puji Nugraha Panggilan Akrabnya Japong Ketua BEM Fikom Ubhara Jaya.

KORAN SIDAK – Perwakilan FPHI (front pembela honorer Indonesia) melakukan Long March dengan berjalan kaki ke istana untuk menyampaikan aspirasi yang diduga Bupati Bekasi Mengabaikannya dan akhirnya menyampaikan langsung keresahannya kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Long march yang dimulai dari Kantor Bupati Bekasi menuju Istana Presiden sebagai wujud mencari keadilan dari kezaliman yang dialami oleh beberapa Guru Honorer Yang tergabung di FPHI dan selalu menyarakan perjuangannya aspirasinya yang tidak di gubris oleh Bupati Bekasi Terkait Gaji dan Janji Bupati Bekasi.

Bacaan Lainnya

“Menjadi Citra Buruk Pendidikan di Kabupaten Bekasi yang tidak menghargai dan menepati janji kepada Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non ASN dari Bupati sendiri sebagai Kepala Daerah. Yang menjanjikan seperti gaji Rp 1,8 dinaikan Rp 1 juta menjadi Rp 2,8 juta nyatanya baru terealisasi Rp 300 ribu. Ini sudah membodohi Guru honor bagi saya, seharusnya Bupati Bisa menepati janjinya! Sesampainya Perwakilan FPHI (front pembela honorer Indonesia) melakukan Long March dengan berjalan kaki ke istana,” ujar Puji Nugraha panggilan akrabnya Japong Ketua BEM Fikom Ubhara Jaya.

Seharusnya, kata dia, Bupati bisa menyelesaikannya dan DPRD Kabupaten Bekasi pun seharusnya turun tangan terhadap keresahan Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non ASN tersebut, apalagi sekitar semingguan di istana yang akan di lanjut ke Komnas HAM gerakan tersebut.

“Jangan buat malu dan menurunkan jasa Guru Honor di Kabupaten Bekasi, mereka mempunya jasa yang besar terhadap anak bangsa. Akan tetapi malah saya menduga Bupati Bekasi tidak mempunyai hati nurani terhadap jasa guru saat ini, apalagi janji manisnya yang tidak bisa di tepati,” ujar Japong Ketua BEM Fikom Ubhara Jaya.

Menurutnya, persoalan tersebut yang dinyatakan bahwa ini semua sudah masuk perencanaan Daerah, akan tetapi ini semua bicara tentang jasa guru, mereka yang butuh dalam perekonomiannya untuk kesehariannya. Ini semua kita sebagai mahasiswa patut melek terhadap hal ini.

“Saya mengencam Keras Bupati Bekasi dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi untuk segera menyelesaikan kasus ini dalam waktu 1×7 hari, jika tidak terselesaikan juga maka saya nyatakan Bupati Bekasi Gagal Memimpin dan saya akan membuat konsolidasi besar besaran untuk membuat gerakan besar membantu Guru Honor tersebut,” ujar Japong.

Lanjunya ia katakan, mahasiswa akan membuat konsolidasi untuk membangun gerakan jika Bupati Bekasi masih belum menyelesaikan kasus ini secara cepat.

Pos terkait