Eksepsi ditolak di Persidangan, Agus Sopyan: Kebenaran Itu Rahasia Allah SWT

  • Whatsapp
H. Agus Sopyan saat memberikan masker kepada ojek pangkalan beberapa waktu lalu
H. Agus Sopyan saat memberikan masker kepada ojek pangkalan beberapa waktu lalu

KORAN SIDAK – Nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan yang diajukan penasehat hukum Ahmad Zen Das Associates, Jakarta atas terdakwa Herman Sujito, H. Agus Sopyan, H. Barip, HM Dagul, Hj. Melly Siti Fatimah, Agus Acep dan Jaba Suyatna ditolak Majelis Hakim dalam putusan sela yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang Kabupaten Bekasi, kemarSelasa (5/5/2020). 

Dalam sidang lanjutan sebelumnya, hal yang sama dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menolak eksepsi tersebut dan meminta Majelis Hakim untuk tetap melanjutkan proses persidangan ke tahap pemeriksaan saksi-saksi pada pokok perkara dugaan pemalsuan Akte Jual Beli (AJB) dan Kuasa Waris pada kasus jual beli tanah antara H. M. Dagul dengan Hj Melly Siti Fatimah

Bacaan Lainnya

Terkait putusan tersebut, Ahmad Zen Das Associates, Jakarta melalui penasehat hukumnya Masri Harahap, SH mengaku, kecewa dan prihatin

“Yang pasti, kami kecewa dan prihatin dengan putusan sela ini, karena lahirnya putusan kontradiktif ini justru telah menciderai wibawa institusi peradilan. Apalagi putusan Pengadilan Negeri Bekasi sama sekali tdk dijadikan pertimbangan hukum, jadi sulit kita mengharapkan keadilan dan kepastian hukum jika seperti ini,” tandasnya.

Namun demikian, lanjut Masri, pihaknya tetap menghormati putusan sela yang sudah dibacakan Majelis Hakim hari ini, selanjutnya Jaksa berkewajiban membuktikan dakwaannya. Bahkan dia berujar, pihaknya akan membuktikan jika kliennya tidak bersalah.

JPU menurut Masri, tidak mencerminkan sikap menghormati terhadap putusan Pengadilan Negeri (PN) Bekasi Nomor 1242 dan 1243/Pid.B/2018/PN-Bks pada tanggal 19 Nopember 2018 yang telah memutuskan perkara dihentikan dan batal surat dakwaan penuntut umum

“Apalagi, adanya putusan Mahkamah Agung R.I. No. 250 K/TUN/2015 tanggal 18 Juni 2015, yang memerintahkan Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi untuk menerbitkan permohonan SHM atas nama Hj. Melly Siti Fatimah karena ditemukan fakta bahwa Letak SHM No. 163 milik Pelapor (Lilis Suryani) tidak sama atau berbeda dengan bidang tanah yang diperjual belikan oleh Hj. Melly Siti Fatimah dengan H. M. Dagul Bin Rasim sebagaimana dalam AJB No. 1368/2011,” beber dia.

Tetap Sibuk Mikirin Warga

Terpisah, H. Agus Sopyan mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan apapun putusan hakim. Karena, dia berujar, kebenaran itu adalah rahasia Allah yang maha mengetahui.

“Saya enjoy enjoy aja, gak ada itu perasaan was-was, karena saya yakin saya tidak bersalah, enggak ada surat yang saya buat. Urusan Kuasa Waris itu kan yang buat antara penjual dan pembeli. Sementara AJB, ranahnya Camat. Tapi saya juga yakin Camat (mantan camat Tarumajaya, Herman Sujito) itu orang baik-baik dan religius.” beber Agus Sopyan menyikapi putusan sela tersebut.

Agus meyakini, semua itu diserahkan kepada Allah SWT. “Saya serahkan semua kepada yang di atas,” ujarnya.

Disinggung soal pencalonan kembali dirinya menjadi Kepala Desa Segara Makmur, Agus menerangkan, sejak awal dirinya didemo oleh warga untuk mencalonkan kembali menjadi Kepala Desa dua periode.

“Saya sudah siap dihina dan dibully, saya tidak takut, yang saya takuti adalah jika kepemimpinanan saya diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Ini ranahnya jelas, unsur pembunuhan karakter sebagai calon Kades. Tapi, Alhamdulillah masyarakat di sini juga paham. Apalagi yang selalu disebut-sebut mafia tanah itu saya, Agus Sopyan. Kan terdakwa lainnya ada yang lebih tinggii dari saya, jadi paham kan?,” tukasnya seraya menambahkan bahwa saat ini dirinya fokus kepada warga, terlebih masa-masa sulit akibat mewabahnya pandemi Covid-19.

Pernyataan H. Agus Sopyan dikuatkan oleh keterangan H. Muhidin yang setia mendampinginya setiap persidangan. Menurut H. Muhirin, Agus Sopyan tidak berpengaruh terhadap kasus tersebut, apalagi pemberitaan miring mengenai dirinya.

“Iya sih, Pak Haji sepertinya tidak berpengaruh terhadap kasus dan pemberitaan miring. Dia selalu sibuk mikirin warga. Bayangkan saja, saat banjir, beliau membantu sembako, saat musibah corona membagi-bagikan masker gratis, terus memberi bantuan beras kepada warga di tengah sulitnya ekonomi dampak pandemi Covid-19. Kemudian membagi-bagikan takjil dengan keliling kampung di buaqn Suci Ramadhan ini,” ungkapnya menyikapi jiwa sosial Agus Sopyan, Rabu (6/5/2020). (KSD)

Pos terkait