Dugaan Rekayasa Surat Tanah Oknum Kades Taman Rahayu Mulai Disidangkan

  • Whatsapp

KORAN SIDAK, Bekasi – Kasus dugaan penggelapan surat tanah yang diduga melibatkan oknum kepala desa dan rekan Desa Tamanrahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mulai disidangkan oleh Pengadilan Negeri Cikarang, Selasa, 27 April 2021.

Sidang yang dipimpin Hakim Chandra Ramadhani dimulai dengan agenda memeriksa saksi dan menyumpah tujuh orang saksi.

Didalam ruang sidang, terlapor AW dan rekan nampak didampingi oleh penasehat hukum. Sementara pihak pelapor ada 7 orang yang hadir sebagai saksi.

AW dan rekan diajukan ke meja hijau sebagai pesakitan, sesuai hasil penyelidikan penyidik Polres Metro Bekasi atas pelaporan Gunawan alias Kiwil yang merupakan ahli waris.

Gunawan menjelaskan, pada saat itu, RT Sanan dan Kades AW memberikan proposal untuk pembebasan tanah namun tidak ada tandatangan kades AW.

“Kami sekeluarga sepakat untuk menemui kepala desa kerumahnya. Saya sampaikan masalah jalan keluar tanah ini, karena ada surat Letter C, Persil no 056, luas 11.000 meter atas nama Ontel, RT 03 RW 03,” ujar Gunawan.

Gunawan menuturkan, karena upayan perdamaian tidak dilakukan kepala desa AW, dirinya kemudian melaporkan Kades AW ke Polisi.

“Setelah dilaporkan masih musyawarah, minta maaf Irfan, Sufri, Rivai, Wahid, agar penyelesaian secara kekeluargaan, dengan dijanjikan uang Rp 610 juta, sementara yang dikasih Rp 410 juta, kekurangan belum diselesaikan. Pada 15 Juni 2019 Rp. 190 juta sisanya, Sisa yang belum dikasih saya lanjutkan permohonan tahun 2020 kepada Polres Metro Bekasi,” ujarnya. (*)

Pos terkait