Dewan Kalimalang Angkat Bicara Polemik Hutan Bambu, Tanjung: Kenapa SK itu Keluar dan Sangat Bias Isinya

  • Whatsapp
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Ibnu Hajar Tanjung

KORAN SIDAK – Polemik pengelolaan Wisata Hutan Bambu, Bekasi Timur  Kota Bekasi, anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Ibnu Hajar Tanjung juga menyesalkan polemik tersebut.

Menurut dia, jika dari awal pemilik lahan diajak bicara soal pengelolaan kawasan wisata hutan bambu, pasti semua akan kondusif.

Bacaan Lainnya

“Kalau saya perhatikan dari pemberitaan media kan. Itu karena pemilik lahan tidak dilibatkan dalam pengelolaan wisata Hutan Bambu. Kalau dari awal diajak bicara pasti aman lah itu,” ucap politisi asal Partai Gerindra ini.

Dirinya juga meminta Kadis Pariwisata dan Budaya Kota Bekasi bisa menjelaskan persoalan munculnya SK (surat keterangan) tentang pembentukan Kelompok Sadar Wisata Kawasan Hutan Bambu Kota Bekasi.

“Itu pun harus jelas kenapa SK itu keluar dan sangat bias isinya. Karena disuruhnya kelompok ini menjaga lingkungan tapi lingkungan yang mana tidak disebutkan. Apakah yang dimaksud itu seluruh lingkungan di Kota Bekasi atau hanya di kawasan Hutan Bambu saja,” ulasnya.

Tanjung pun berharap Kadisparbud bisa menjelaskan itu semua jika diundang ke Komisi IV untuk menjelaskan pokok permasalahannya.

Pos terkait