Dana Bantuan Pasien Meninggal Karena Covid-19 Sudah Tidak Ada Lagi

  • Whatsapp
Kustanto Seketaris Dinas Sosial Kabupaten Bekasi

KORAN SIDAK, Bekasi – Ahli waris pasien meninggal akibat Covid-19 mempertanyakan bantuan dana kompensasi dari Kemensos yang tidak kunjung turun. Hal tersebut diutarakan Afandi warga Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan.

“Kenapa dana kompensasi bantuan untuk pasien covid-19 yang meninggal tidak kunjung cair, untuk mengurus adminitrasi kelengkapan sulit, harus ada keterangan dari RS, pengantar RT sampai Dinas Sosial, dan dilanjutkan ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, belum lagi kami harus urus surat ahli waris, tapi dana tersebut tidak kunjung ada,” kata Afandi.

Bacaan Lainnya

Dia mengaku sudah berapa kali menanyakan, tetapi jawaban dinas sosial Kab Bekasi selalu, belum ada kabar.

Kustanto Seketaris Dinas Sosial Kabupaten Bekasi saat dikunjungi di ruang kerjanya membenarkan, jika banyak ahli waris yang datang menanyakan hal tersebut.

“Memang benar banyak ahli waris yang mempertanyakan perkembangan pengajuan dana bantuan kompensasi bagi pasien yang meninggal dikarenakan Covid 19,” ucapnya.

Kustanto menjelaskan, Dinas Sosial hanya sebatas mengajukan data. “Bukan sebagai pengambil keputusan dapat atau tidak,” terangnya.

Namun dirinya tidak menampik jika dana bantuan kompensasi dari Kementrian Sosial kepada pasien yang meninggal dikarenakan Covid 19 sebesar 15 juta/orang itu memang ada.

Tetapi kata dia, di awal tahun 2021 dana kompensasi tersebut sudah dihapus. Dan kata dia, penghapusan tersebut dituangkan dalam surat edaran dari Kemensos No 150/32/BS.0102/02/2021 perihal rekomendasi dan usulan santunan ahli waris korban meninggal akibat covid 19.

“Dan surat keputusan Bupati No 460/960/Dinsos/2021 perihal rekomendasi dan usulan santunan ahli waris korban meninggal akibat covid 19,” jelas dia.

Kustanto menjelaskan, pada tahun 2020 ada 42 orang yang diajukan ke Kemensos dan hanya 1 orang yang menerima dan dana tersebut langsung di transfer kepada ahli waris yang berhak.

“Kami mohon maaf jika selama ini para ahli waris sudah bolak-balik datang jauh- auh ke pemda, tapi tidak kunjung ada pencairan,” pungkasnya. (*)

Editor : Hamdan Bule

Pos terkait