Aneh!!, Scurity Tidak Bolehkan Wartawan Masuk ke Rapat Paripurna?

  • Whatsapp
Salah Satu Wartawan Media Online Didampingi Scurity Untuk Pengambilan Gambar Saat Acara Paripurna DPRD Kota Bekasi.

KORAN SIDAK, Bekasi – Menjelang akhir tahun, DPRD Kota Bekasi menggelar rapat paripurna. Hal itu sangat disayangakan, awak media yang hendak meliput terkait rapat paripurna tidak dibolehkan masuk, hanya dibolehkan masuk mengambil gambar saja.

“Ini instruksi dari Pak Hendrik, yang boleh masuk yang pake undangan,” kata Hakim, security yang berjaga pintu masuk lantai dua.

Bacaan Lainnya

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran.

Tidak hanya itu ketentuan Pasal 18 (1) Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

Ketika dikonfirmasi, Hendrik menjelaskan terkait dilarangnya wartawan tidak dibolehkan masuk ke rapat paripurna.

“Salah paham bang, bukan wartawan yang tidak boleh masuk. Instruksinya pendemo yang tidak boleh masuk. Maaf bang kaga mudeng securitynya, sudah saya tegur orangnya,” ungkap Hendrik.

Sementara Toto salah satu Kasubag di Bagian Umum Sekwan Kota Bekasi menjelaskan, wartawan diperbolehkan masuk.

“Boleh (wartawan) bang, ada pendemo tadi, ada aja,” kata Toto kepada awak media.

Setelah ditegurnya scurity tersebut kepada Hendrik dan Kasubag Umum, Sekwan DPRD Kota Bekasi, wartawan diperbolehkan masuk untuk meliput rapat paripurna di akhir tahun.

Reporter: Jelly

Pos terkait