MPC PP Kota Bekasi Minta Polrestro Bekasi Segera Tangani Kasus Dugaan Pengeroyokan Anggotanya

  • Whatsapp
MPC PP KOTA BEKASI

KORANSIDAK, Bekasi – Pemuda Pancasila (PP) Kota Bekasi menyerahkan sepenuhnya proses hukum atas kasus dugaan pengeroyokan yang menimbulkan korban anggotanya ke pihak Polrestro Bekasi Kota.

Namun demikian, pihak MPC PP Kota Bekasi, seperti dikatakan Ketua Ariyes Budiman, didampingi Waka Bidang Polhukam Dedi Supriadi meminta agar aparat kepolisian dapat segera menangkap para pelaku pengeroyokan yang menimpa almarhum Sarifudin.

Muat Lebih

“Kita menunggu gerak cepat proses hukum oleh Polrestro Bekasi Kota. MPC PP sudah menyerahkan kuasa kepada Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) PP guna mengikuti proses hukum yang berlaku,” jelasnya.

Dedi juga mengatakan, dengan dipercayakannya proses hukum itu kepada aparat, diharapkan Polrestro setempat yang dikomandoi Kombes Pol Indarto dapat membekuk para pelaku.

Namun, kata dia, jika para pelaku tidak dengan cepat dibekuk, maka pihaknya mengaku jangan salahkan PP jika mencari keadilan sendiri.

“Saat ini kita masih dapat meredam kemarahan para anggota di Kota Bekasi, dengan catatan penanganan akan cepat dilakukan pihak kepolisian. Tapi jika penanganan tersebut lambat, maka kita tidak dapat lagi menahan dan akan bertindak sendiri,” tandasnya.

Ditahannya kemarahan para anggota PP lebih jauh Iyes sapaan akrab Ariyes Budiman, juga mengingat permintaan tiga pilar yakni, Walikota, Dandim dan Kapolrestro Bekasi yang meminta agar Kota Bekasi kondusif.

“Kepada saya, jajaran para petinggi di Kota Bekasi itu meminta agar menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke aparat kepolisian. Itu disampaikan ketiganya saat mengikuti proses pemakaman alm Sarifudin di Kampung Teluk Buyung, Marga Mulya, Bekasi Utara, Jumat (29/11),” papar Iyes, Sabtu (30/11).

“Intinya ketiganya minta jangan melakukan aksi yang tidak diinginkan, dan serahkan sepenuhnya kepada hukum yang berlaku,” tambah Iyes.

Seperti diketahui, Sarifudin atau yang lebih dikenal Waka Robet, menghembuskan napas terakhirnya di rumah duka.

Almarhum, sebelumnya sempat menjalani perawatan tim medis. Namun usai dinyatakan boleh pulang, korban meninggal.

Diduga korban masih mengalami sakit akibat tulang rusuknya patah setelah dikeroyok para anggota dari salah satu ormas, dalam keributan yang terjadi belum lama ini.

Korban menurut informasi para anggota PP sempat dikeroyok. Bahkan korban yang telah terkapar dilindas menggunakan sepeda motor, sehingga mengalami luka pada bagian dalam tubuhnya.

Selain Walikota Rahmat Effendi, Kapolresta Kombes Bekasi Kota
Indarto serta Dandim Rama hadir di pemakaman korban Sarifudin. (par)

 

Pos terkait